Penyu Terdampar di Musim Angin Barat

Kuta. Hujan dan angin kencang dalam bebeapa hari ini telah mengguyur pulau Bali. Artinya sampah-sampah akan mulai banyak di pantai, terutama pantai Kuta. Ini sudah menjadi fenomena rutin tahunan. Berbagai jenis sampah mulai kelihatan terbawa arus dan mengumpul di tepi pantai. Dari sampah ranting pohon sampai ke jenis sampah yang berasal dari limbah rumah tangga. Yang memprihatinkan adalah banyaknya sampah plastik.

Dari mana sampah-sampah ini? Ini adalah hasil tabungan membuang sampah sembarangan, membuang sampah di sungai. Sampah-sampah ini mengumpul di sungai saat musim kemarau. Setelah musim hujan tiba maka sampah-sampah ini akan hanyut menuju ke laut. Jika menghambat saluran air sungai sudah tentunya berakibat banjir.

Kita perlu aksi nyata, selain membuang sampah pada tempatnya. Sangatlah perlu ditambahkan aksi “menegur” jika ada orang yang membuang sampah sembarangan. Jika hal ini menjadi gerakan bersama-sama, pasti ada hasilnya.

Bulan akhir dan awal tahun adalah ‘musim sampah’ di pantai Kuta. Musim penghujan dan angin barat. Pada puncaknya jumlah sampah akan menggunung. Selain sampah, juga ada yang lain yaitu penyu yang terdampar. Bali Sea Turtle Society (BSTS) mencatat tiap tahunnya selalu ada penyu yang terdampar, baik dalam keadaan mati maupun hidup. Dari tukik sampai yang berukuran dewasa. Jenis penyu yang terdampar adalah penyu Hijau (Chelonia mydas), penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).

Untuk bulan Desember 2015, sampai dengan hari ini kami telah mencatat ada 4 ekor penyu yang terdampar dalam kondisi mati. Nah jika anda kebetulan berada di pantai Kuta, dan menemukan penyu yang terdampar mohon hubungi kami di 08113882685 atau 08113882683.

Leave a Reply

Your email address will not be published.