Ancaman Terhadap Kehidupan Penyu

Keberadaan penyu saat ini yang semakin terancam punah sebagian besar adalah akibat dari kegiatan manusia. Para ahli penyu yang tergabung dalam Marine Turtle Specialist Group (MTSG) telah melakukan kajian dan mengidentifikasi 5 faktor ancaman utama terhadap populasi penyu. Ancaman ini adalah faktor yang menyebabkan populasi penyu semakin langka, jika hal ini tidak terkontrol maka akan menyebabkan penurunan drastis populasi penyu, bahkan akan dapat mengakibatkan kepunahan lokal pada suatu daerah. Kelima faktor tersebut penyebab tersebut adalah:

DAMPAK INDUSTRI PERIKANAN
Hal ini berdampak luas terhadap kehidupan penyu dimanapun terutama dampak dari rawai panjang (longlines), gill nets dan pukat. Berdampak utama pada mortalitas yang tinggi akibat tertangkap tidak sengaja “incidential by catch”, rusaknya habitat dan juga perubahan jaring-jaring makanan.

PERBURUAN
Penyu diburu oleh manusia untuk diambil daging dan telurnya untuk konsumsi dan juga dimanfaatkan minyak, kulit serta karapasnya.

​PEMBANGUNAN DAERAH PESISIR
Mengakibatkan habitat peneluran penyu rusak dan hilang karena adanya pembangunan di daerah pesisir. Misalnya lalu lintas kendaraan di pantai, penambangan pasir, perubahan vegetasi dan bentuk pantai.

PENCEMARAN DAN PENYAKIT
Pencemaran dan penyakit, pencemaran air laut termasuk juga diakibatkan oleh sampah plastik, sampah alat tangkap ikan, tumpahan minyak dan berbagai macam sampah yang dapat berdampak langsung terhadap penyu baik karena tertelan maupun tersangkut. Pencemaran cahaya juga akan mengakibatkan perubahan perilaku peneluran penyu dan disorientasi tukik, yang menyebabkan kematian pada tukik itu sendiri. Pencemaran secara kimiawi akan berdampak pada menurunnya tingkat kekebalan tubuh pada penyu yang memudahkan mereka terserang penyakit. Termasuk didalamnya penyebaran penyakit seperti Fibropapilloma

PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global, hal ini akan berdampak pada sex ratio alami dari tukik yang menetas, akan meningkatkan frekuensi kejadian cuaca yang ekstrim yang dapat meningkatkan kemungkinan wabah penyakit pada penyu. Pemanasan global akan berdampak pada hilangnya habitat tempat bertelur penyu dan perubahan-perubahan lainnya yang mendasar yang berkaitan erat dengan kelautan.