Tukik

Tukik adalah sebutan untuk anak penyu, mereka memiliki naluri alami ketika menetas keluar dari sarangnya akan menuju lautan, dengan bantuan sinar bulan pada kaki langit. Tukik akan kebingungan (disorientasi) jika terdapat cahaya buatan yang berasal dari jalan raya, bangunan yang bersinar lebih terang dari cahaya alami.Oleh sebab itu maka sangatlah penting untuk menjaga pantai tempat bertelur penyu bebas dari cahaya buatan, atau dengan menguranginya sampai pada batas minimum. Secara naluri tukik akan keluar pada malam hari, untuk mengurangi bahaya dari pemangsa dan juga menghindari diri dari kemungkinan dehidrasi. Setelah memecah cangkang telur, dalam masa inkubasi kurang lebih 2 bulan, tukik akan memulai perjuangannya keluar dari dalam sarangnya sebagai sebuah kelompok. Jika tukik yang teratas merasakan pasir lebih hangat (artinya matahari masih bersinar), maka aktifitas akan berhenti dan memulai lagi hanya pada malam hari ketika suhu pasir lebih dingin. Ketika tukik keluar dari sarangnya pada siang hari, mereka dalam ancaman besar dimangsa oleh kepiting, burung, rubah dan juga bianatang liar lainnya dalam perjalanannya menuju ke lautan. Sekali mereka berada di dalam air mereka harus berusaha untuk menghindar karena masih banyak pemangsa yang meliputi ikan dan hiu.Tukik-tukik kemudian berenang dengan cepat sampai tersapu ombak yang membawa mereka lebih jauh ke tengah laut.
Segera setelah menetas tukik-tukik ini akan hilang dari perairan dangkal dekat tempat menetasnya. Mereka akan sangat jarang dapat ditemui lagi dalam beberapa tahun. Selama periode ini mereka mengikuti arus laut dan memakan plankton yang dekat dengan permukaan laut. Karena observasi yang sangat jarang dilakukan, sangat sedikit yang diketahui tentang ‘tahun menghilang’ (lost year) ini. Penyu muda mungkin akan tetap berada dalam satu area tempat makan selama beberapa tahun sebelum mereka pindah ke tempat lainnya. Beberapa perubahan bisa terjadi selama fase ini yang dapat berlangsung selama 10 -20 tahun.

Berkembang Biak Umur 30 – 50 Tahun

Penyu akan mulai berkembang biak pada umur 30 – 50 tahun. Setiap dua sampai delapan tahun tergantung kondisi dari penyu dewasa melakukan migrasi untuk berkembang biak dari tempat mereka mencari makan menuju ke pantai tempat peneluran. Migrasi ini sejauh 50 – 3.000 Km. Banyaknya migrasi yang dilakukan penyu sepanjang hidupnya belum diketahui dengan pasti, seberapa banyak yang dapat mereka lakukan belum dapat dihitung. Bagaimanapun nampaknya mereka akan berkembang biak dalam kurun waktu puluhan tahun.Setelah kawin dengan beberapa pejantan, penyu betina perlahan akan merayap dengan sirip depan menuju pantai.

Bertelur Malam Hari

Normalnya penyu mulai bertelur pada malam hari dan berakhir sebelum subuh. Penyu betina akan memilih tempat bertelur yang bersih dari sampah.Dengan menggunakan sirip belakangnya untuk menggali pasir membuat lubang dengan kedalaman 50 – 70 Cm. Jika proses penggalian ini sukses, ia akan bertelur sekitar 80 – 120 butir, yang berukuran sebesar bola ping pong. Penyu sangat mudah terganggu ketika datang ke tepi pantai atau dalam mempersiapkan sarangnya. Gerakan manusia dan sinar cahaya akan membuatnya kembali ke laut tanpa bertelur. Ketika penyu mulai bertelur, ia akan sangat tidak senang jika diganggu. Dengan menggunakan sirip belakangnya penyu menutupi sarangnya, dan dengan sirip depannya untuk menambah pasir sehingga sarangnya tersembunyi, penyu ini akan kembali ke laut setelah melewati beberapa jam yang melelahkan.